Kamis, 10 November 2016
Admin

Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Jakarta menggelar Law Education Day 2016


(JAKARTA-KANAL HUKUM) DALAM sejarah Bangsa Indonesia, peranan pemuda dalam bidang politik, sangat besar. Baik pada zaman pra kemerdekaan, hingga saat ini. Untuk menghasilkan solusi-solusi relevan terhadap pergerakan pemuda, Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Jakarta, Rabu (9/11) menggelar Law Education Day 2016 (LED 2016).


Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 9 – 11 November itu berlangsung di Auditoriom Yustinus lt. 15 (Y15) Kampus Semanggi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, mengusung konsep kegiatan berupa diskusi panel dan kompetisi debat mahasiswa.


Acara pembukaan Law Education Day


Latar belakang pemilihan tema, sebagaimana tercantum dalam term of reference, adalah dengan kiprah sekelompok pemuda yang merupakan relawan Basuki Tjahaja Purnama yang tergabung dalam Teman Ahok, serta munculnya Partai Solidaritas Indonesia. Keberadaan Partai Solidaritas Indonesia ini menjadi perhatian, karena merupakan kumpulan para pemuda.

Selain mengajak pesereta untuk berpikir kritis mengenai solusi-solusi yang dibutuhkan untuk pergerakan pemuda dan mahasiswa, tujuan kegiatan LED 2016 juga untuk meninjau kembali keterlibatan pemuda dan mahasiswa dalam kegiatan politik di tanah air. Dan yang juga tak kalah penting, bertujuan untuk menambah wawasan peserta kegiatan untuk melihat pergerakan pemuda dan mahasiswa dari berbagai sudut pandang selain dari jalur pendidikan teori.



Kegiatan diskusi panel Law Education Day 2016

Kegiatan Law Education Day 2016 (LED 2016) berupa diskusi panel dengan tema Quo Vadis Pergerakan Pemuda : Pemuda Harapan Politik Bangsa.


Selain diskusi panel, kegiatan dimeriahkan dengan lomba debat mahasiswa hukum Fakultas Hukum Atma Jaya dengan mengambil beberapa topik yang aktual, diantaranya, pro dan kontra hasil sidang Jessica dan revisi UU ITE dll.

Kompetisi debat dalam Law Education Day 2016