Kamis, 12 Oktober 2017  |  Penulis/Sumber : Agusta

Kronologi Penyerangan Di Kantor Kemendagri

Peristiwa tersebut berawal dari permasalahan sengketa Pilkada 2017 di Tolikara - Papua


(JAKARTA - KANAL HUKUM) Peristiwa penyerangan di kantor Kemendagri berawal dari masa dari salah satu pendukung calon Bupato Tolikara-Papua yang menuntut Mendagri mengesahkan John Tabo-Barnabas Weya.

Pada rabu sore, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum dan Dirjen Otonomi Daerah menerima massa. Namun, massa menolak. Mereka meminta langsung dipertemukan dengan Mendagri Tjahjo Kumolo. Padahal, saat itu Tjahjo tidak berada di kantor.

Lantaran merasa tak terima karena tak bisa menemui menteri, mereka pun marah.

Di saat yang sama, sejumlah orang yang hendak diterima oleh Dirjen kembali lagi kepada massa yang berada di luar gedung Kemendagri sambil berteriak. Teriakan itu kemudian memprovokasi massa merangsek ke dalam gedung. Sontak, massa masuk ke dalam area Kantor Kemendagri. Mereka membawa batu dan melemparkannya secara asal-asalan.

Akibat penyerangan tersebut sejumlah fasilitas seperti pintu kaca di Gedung D hancur dan beberapa jendela pecah. Beberapa pot bunga di Gedung B juga hancur. Bahkan, beberapa mobil yang terparkir di lorong Gedung B dan A juga rusak. Massa melempari mobil menggunakan batu. Tak hanya itu, massa juga melempari kaca di Gedung A, ruang kerja Mendagri dan wartawan berada. Namun, tidak ada fasilitas yang rusak.

"Ada empat mobil, satu bus, rusak. Kaca beberapa gedung pecah, lalu beberapa pot bunga pecah. Satu kamera wartawan juga rusak karena kena batu," ujar Dirjen Otda Kemedagri, Sumarsono, seusai kejadian, rabu (11/10/2017).

Massa akhirnya berhasil dipukul mundur puluhan pegawai negeri sipil (PNS) Kemendagri. Bahkan, pegawai Kemendagri membalas serangan hingga Stasiun Gambir.

"Mereka meminta yang tidak masuk akal. Dirjen Otda bisa memberikan penjelasan, tapi mereka tidak mau," kata Dirjen Polpum Soedarmo.

Akibat perbuatan onar itu pula, seorang pegawai Kemendagri dibawa ke rumah sakit karena terluka.

Aksi onar massa yang mengaku sebagai pendukung John-Barnabas tersebut sempat mendapatkan perlawanan dari pegawai Kemendagri. Pegawai mengusir massa keluar dari area Kemendagri. Oleh sebab itu, sempat terjadi aksi saling serang antara massa dengan pegawai.

Polisi diketahui tak berada di lokasi saat massa berbuat onar. Satu truk personel polisi baru tiba sekitar 15 menit setelah kejadian berakhir.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta mengatakan, polisi menangkap 15 orang yang diduga bertanggung jawab atas kericuhan di Gedung Kemendagri. Mereka dijerat Pasal 170 KUHP tentang Kekerasan terhadap Orang dan Barang.

Polisi juga menyita barang bukti berupa batu dan pecahan kaca. "Kami juga masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang lain," imbuhnya.

 
Kanalhukum TV