Jum`at, 06 Oktober 2017  |  Penulis/Sumber : Agusta

Polisi Dalami Laporan Dugaan Ujaran Kebencian Eggi Sudjana yang Dilaporkan Oleh DPN Peradah

Eggi dilaporkan dengan tuduhan menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan isu SARA


(JAKARTA - KANAL HUKUM) Ketua DPN Perhimpuan Pemuda Hindu Indonesia, Sures Kumar, melaporkan pengacara Eggi Sudjana ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan tindak pidana menyebarkan ujaran kebencian dan SARA.

Laporan ini diterima oleh Mabes Polri dengan nomor LP/1016/X/2017/Bareskrim tertanggal 5 Oktober 2017.

Eggi dilaporkan dengan tuduhan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan sebagaimana diatur dalam Pasal 45 A ayat 2 dan Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sures menjelaskan laporan ini terkait dengan pernyataan kontroversial Eggi terkait Pancasila dan agama yang ada di Indonesia. Eggi mengatakan bahwa agama selain Islam bertentangan dengan Pancasila.

“Kita laporkan karena itu membuat kita tidak nyaman, merugikan kami sebagai anak bangsa dan menurut kami juga sudah menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan isu SARA, jadi masalah SARA-nya (yang dilaporkan),” jelas Sures, Jakarta, Kamis (5/10/2017).

Saat melaporkan kasus ini, Sures membawa sejumlah bukti, antara lain video dari Youtube yang menayangkan Eggi saat wawancara dan juga berita media online.

Sementara ini, polisi tengah mempelajari adanya pelaporan terhadap Pengacara kondang Eggi Sudjana ke Bareskrim Polri atas dugaan ujaran kebencian yang bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengungkapkan bahwa saat ini penyidik tengah menyelidiki laporan tersebut. Laporan itu dilakukan oleh Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu (DPN Peradah) Indonesia.

"Terkait laporan saudara Sures Kumar atas dugaan tindak pidana ujaran SARA saudara ES, bahwa benar kemarin kami menerima laporan tersebut di Bareskrim dan saat ini laporan tersebut sedang kami pelajari dan diselidiki apakah memenuhi unsur delik yang dilaporkan atau tidak," kata Martinus saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (6/10/2017).
 
Kanalhukum TV