Jum`at, 15 Desember 2017  |  Penulis/Sumber : Agusta

Terungkap, Banyak Pekerja Belum Terdaftar Sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan Sulteng

Wakil Ketua Komisi IX Syamsul Bachri memimpin tim kunjungan kerja ke Palu ini, mengatakan, sosialisasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sangat lamban


(PALU - KANAL HUKUM) Dalam pertemuan Komisi IX DPR RI dengan BPKS Ketenagakerjaan Sulawesi Tengah (Sulteng) terungkap, banyak pekerja belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ini jadi sorotan penting Komisi IX saat berkunjung ke Palu, Sulteng.

Wakil Ketua Komisi IX Syamsul Bachri yang memimpin tim kunjungan kerja ke Palu ini, mengatakan, sosialisasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sangat lamban. Banyak pekerja non formal belum terdaftar. Dari data BPJS Ketenagakerjaan cabang Sulteng terungkap, dari 1.384.235 angkatan kerja, yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan baru 220.318 pekerja atau 15,91%. Sisanya sebanyak 1.163.917 pekerja belum terdaftar.

"Ini menunjukkan cakupan kepesertaan bagi pekerja berjalan sangat lambat. Pekerja formal relatif sudah tercover. Pekerja sektor informal ini yang banyak masalah. Sementara menjangkau pekerja formal itu mudah dengan menggunakan berbagai instrumen," ujar Syamsul, Kamis malam (14/12/2017), di Palu. Sosialisasi harus kembali digalakkan agar para pekerja memahami manfaat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Para anggota Komisi IX lainnya yang mengikuti pertemuan ini juga mengeluhkan minimnya kepesertaan BPJS. Roberth Rouw (F-Gerindra) berkomentar, perlu ada strategi sosialisasi dengan mengeluarkan testimoni yang menyatakan manfaat luar biasa dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Testimoni itu bisa disampaikan para pekerja peserta BPJS atau Dinas Ketenagakerjaan setempat. Dengan begitu, kepesertaan BPJS diharapkan terus meningkat
 
Kanalhukum TV